Cara Mengatasi Covid

Menepis Keraguan Masyarakat Terhadap Vaksin Astrazeneca

Lebih dari 30 juta warga Inggris disuntik dengan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. EMA menyatakan tidak akan mengubah rekomendasinya tentang penggunaan vaksin AstraZeneca dan juga tidak memberlakukan batasan usia seperti yang dilakukan di negara-negara tertentu. Penyuntikan vaksin Covid-19 dari Inggris itu dihentikan sementara di Sulawesi Utara karena dilaporkan memiliki efek samping. KOMPAS.TV – Penggunaan vaksin buatan AstraZeneca dengan nomor produksi CTMAV547 dihentikan sementara menyusul uji toksisitas dan strerilitas dari BPOM. Dalam kesempatan ini, Nadia juga mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara di dunia yang paling banyak melakukan vaksinasi COVID-19 sampai saat ini.

Regulator medis Inggris pada Sabtu (3/4) melaporkan, tujuh dari 30 pasien pembekuan darah usai disuntik vaksin Astrazeneca meninggal dunia. Kendati demikian, otoritas di Inggris menyatakan, manfaat vaksin Astrazeneca dalam mencegah infeksi Covid-19 dan komplikasinya terus lebih besar daripada risikonya dan masyarakat harus terus mendapatkan vaksinnya jika diundang. Ilustrasi vaksin covid (Pixabay/ Torstensimon )Semua obat termasuk vaksin COVID-19 dari AstraZeneca bisa menyebabkan efek samping meskipun tidak semua orang mengalaminya. Pada hari Selasa, 9 Maret 2021, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin dari hasil kerja sama multilateral tersebut. Regulator obat-obatan Inggris mendesak masyarakat terus menggunakan vaksin Astrazeneca meski ada tujuh orang di Inggris meninggal karena pembekuan darah yang langka usai divaksin. MHRA memastikan tinjauan ketat terhadap laporan tentang jenis pembekuan darah yang langka dan spesifik sedang berlangsung.

Efek samping dari vaksin Astrazeneca

Penggunaan vaksin corona AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV547 dihentikan sementara. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan setelah vaksinasi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi efeknya. Obat yang mengandung paracetamol bisa digunakan untuk mengatasi efek samping semisal nyeri dan atau demam. gejala mirip flu, seperti demam tinggi, sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan menggigil.

Walau kontroversial, ratusan ribu orang di Rusia, Belarus, India, Brasil, UAE dan Argentina telah divaksin Sputnik V. Tidak ada laporan resmi mengenai efek samping. Vaksin Covid-19 buatan Oxford Inggris, AstraZeneca telah mendapatkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19. Salah satu yang mengungkapkan keraguannya adalah Dimas, pengemudi ojek daring di Jakarta. Dia mengaku enggan menerima suntikan vaksin Covid-19 dalam waktu dekat setelah mendapatkan informasi kematian tak lama setelah pemberian vaksin buatan Inggris itu. Tetapi, penyelidikan European Medicines Agency menunjukkan risiko pembekuan darah setelah suntik vaksin AstraZeneca itu sangat rendah. Peneliti di Universitas Oxford justru menemukan risiko pembekuan darah langka, trombosis vena serebral setelah infeksi virus corona a hundred kali lebih besar.

Bila masyarakat mengalami keluhan tersebut usai vaksinasi dan terus berlanjut, maka disarankan segera menghubungi petugas kesehatan atau ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Kemudian, Ellen menegaskan jika ingin mendapatkan vaksin, sebaiknya masyarakat yang memiliki penyakit bawaan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah dapat divaksin atau tidak. Straus mengatakan tidak menduga efek samping tersebut karena vaksin telah diluncurkan dalam skala besar.

Republika.id bergiat untuk terus memandu umat pada sumber literasi yang kredibel. Mari menjadi bagian dari ikhtiar menjaga umat dari informasi sesat melalui gerakan “Literasi Umat”. “Saya pikir sangat penting bahwa laporan Belanda juga diselidiki dengan baik. Kita harus berbuat salah di sisi hati-hati,” ujar Menteri Kesehatan Hugo de Jonge, dilansir Aljazirah. Sejauh ini, sudah 529 ribu warga Hong Kong yang telah divaksinasi dengan dosis pertama. Hasil itu menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca dapat digunakan untuk masyarakat berusia lanjut atau di atas 60 tahun.