Cara Mengatasi Covid

Vaksin Astrazeneca Kantongi Izin Penggunaan Dari Mui Dan Bpom

“Dengan kondisi ini maka Indonesia termasuk dalam posisi empat besar negara di dunia yang bukan produsen vaksin, tetapi merupakan negara yang tertinggi dalam melakukan penyuntikan,” kata Nadia. “Vaksin ini bisa diberikan di atas 18 tahun malah juga untuk lansia (lanjut usia -red). Tetap dua kali diberikan, vaksin pertama, vaksin kedua dengan interval dikatakan oleh WHO 4-8 minggu,” katanya. Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunizattion , Sri Rezeki Hadinegoro, memastikan bahwa vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca aman untuk digunakan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan saran pengobatan yang tepat.

Sejauh ini, dia melanjutkan, tidak ada KIPI lebih serius yang dilaporkan karena vaksin ini tidak hanya disuntik di Sulut melainkan juga wilayah lain di Indonesia seperti Jawa Timur, Bali, Maluku bahkan tingkat international. Kemudian, jika masyarakat mengalami efek samping setelah divaksin, Ellen memberikan beberapa anjuran yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Komite keamanan EMA dalam sebuah pernyataan menyampaikan bahwa “pembekuan darah yang tidak biasa dengan trombosit darah rendah harus terdaftar sebagai efek samping yang sangat langka.”

Nadia menegaskan, tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya, melainkan hanya batch CTMAV547. Selama penghentian itu, BPOM akan melakukan pengujian toksisitas dan sterilitas untuk memastikan keamanan vaksin. Sementara itu, pemerintah sedang menjalankan program vaksinasi tahap ketiga yang diawali di provinsi DKI Jakarta. Meski sudah mendapat vaksin, Anda tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, yaitu dengan mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain, mengenakan masker saat berada di luar rumah, serta menghindari keramaian. Gejala lain yang akan terjadi antara lain seperti bengkak atau kemerahan, benjolan ditempat suntikan, diare gejala mirip flu, batuk, pilek hingga radang tenggorokan. Untuk aspek mutu, BPOM melakukan evaluasi menyeluruh dari dokumen mutu yang disampaikan dengan hasil bahwa vaksin secara umum telah memenuhi syarat.

Inggris memberikan izin darurat penggunaan vaksin AstraZeneca yang unsur aktifnya disebut AZD 1222. Berbeda dengan dua vaksin yang pertama mendapat izin, vaksin buatan perusahaan Inggris/Swedia ini adalah vaksin vektor yang dikembangkan dari virus flu simpanse yang dilemahkan. Sejauh ini belum ada efek samping vaksin yang dilaporkan, selain reaksi regular yang khas. Pada fase uji klinis, unsur aktif BNT162b2 dari perusahaan BioNTech dari Jerman dan Pfizer dari AS tidak menunjukkan efek samping serius. Tapi setelah mendapat izin, vaksin mRNA ini tunjukkan reaksi alergi berat pada beberapa orang, bahkan tiga mengalami gejala syok anaphylaktis. Namun, MHRA tidak mengungkapkan informasi apa pun tentang usia atau kondisi kesehatan mereka yang meninggal.

Sedangkan untuk lansia di atas 60 tahun, antibodinya hanya akan mengalami peningkatan 21 kali. Menurut Penny, pengajuan izin penggunaan darurat diajukan dalam dua jalur, yaitu jalur multilateral dan didaftarkan langsung oleh AstraZeneca Indonesia atau bilateral. Kanada juga melaporkan efek samping ringan dan sementara pada umumnya terjadi setelah vaksinasi. Namun, mereka juga mengingatkan untuk mencari bantuan medis segera jika mengalami gejala efek samping yang buruk.

Belum diketahui efektivitas dan keamanan vaksin ini untuk anak usia di bawah 18 tahun. Dari beberapa jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia, vaksin AstraZeneca dan Sinovac jadi dua jenis vaksin yang banyak dipakai karena ketersediaan dosisnya. Indonesia dilaporkan sudah mengamankan sekitar 6 juta dosis vaksin AstraZeneca dan sixty eight juta dosis vaksin Sinovac. “Sebagai pelaksanaan uji coba international, terkendali, dan berdasarkan standar proses, kami akan menunda vaksinasi untuk meninjau kembali information keamanan,” jelas mereka. Regulator Uni Eropa memastikan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca efektif dan aman untuk digunakan.

Efek samping dari vaksin Astrazeneca

Beri tahu dokter jika Anda menderita HIV/AIDS, lemahnya sistem kekebalan tubuh, atau sedang menjalani terapi dengan obat imunosupresan. Vaksin Astrazeneca tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang demam dengan suhu di atas 38°C, menderita COVID-19, atau menderita penyakit infeksi yang berat. Vaksin ini bekerja dengan cara menstimulasi atau memicu tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus SARS-Cov-2.