Cara Mengatasi Covid

Vaksin Sinovac Teruji Minim Efek Samping, Berkhasiat Dan Halal

Beri tahu dokter jika Anda menderita penyakit jantung, penyakit ginjal, rheumatoid arthritis, penyakit saluran pencernaan, hipertiroid, hipotiroid, kanker, kelainan darah, atau penyakit autoimun, seperti lupus.

Rabu (23/12), Brasil mengumumkan kabar hasil uji klinis fase vaksin COVID-19 Sinovac di negaranya. Peneliti Brasil mengatakan kandidat vaksin COVID-19 Sinovac hanya memiliki keefektifan lebih dari 50%. Meskipun masih dalam ambang batas yang diizinkan WHO, hasil ini adalah yang terendah dibandingkan vaksin COVID-19 lainnya. Dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, setiap orang hanya akan mendapatkan satu jenis vaksin. Daftar penerima vaksin akan dicatat dalam sistem yang terpusat dan terintegrasi untuk memastikan setiap orang tidak akan mendapat dobel vaksinasi. Bagi yang sudah sembuh dari COVID-19 tidak disarankan untuk mendaftarkan diri dalam program vaksinasi.

Terkait pembentukkan antibodi dari vaksin Sinovac, Erlina menyebutkan di China telah dilakukan uji klinik fase 2 yang disuntikkan ke 600 subjek sehat dan dibagi dua kelompok. Prof Hindra juga menyampaikan, hingga hari ketiga vaksinasi di Indonesia, Komnas KIPI belum menerima laporan efek samping yang berat. Seperti disampaikan dokter penyakit dalam di Stony Brook, New York Dr. Sunitha Posina, demam justru menandakan bahwa tubuh Anda sedang mengajarkan sistem kekebalan Anda untuk mengenali dan menyerang virus.

“Efikasi vaksin sebesar sixty five,3% dari hasil uji klinik di Bandung tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga sixty five,3%,” ujar Kepala Badan POM. Secara umum vaksin COVID-19 memiliki efek samping ringan dan cepat hilang. Keenam vaksin yang masuk dalam daftar pemerintah ini memiliki dosis, efektivitas, efek samping, dan keamanan yang berbeda-beda. Dilansir dari health.detik.com, mengantuk menjadi salah satu keluhan yang banyak dirasakan oleh para penerima vaksin Covid-19.

Efek samping dari vaksin Sinoviac

Jika Anda mengalami nyeri atau rasa sakit setelah vaksinasi, bicarakan dengan dokter. Nantinya, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk meredakan keluhan, seperti ibuprofen, aspirin, antihistamin, atau asetaminofen. Dikutip dalam Times of India, vaksin COVID-19 bekerja dengan cara ‘menipu’ tubuh.